Mungkin sudah lebih 100 x ku ulangi perbuatan itu, tobat, ulangi lagi, tobat lagi, ulangi lagi……….. dan terus hingga hari ini. Ya Allah,, kuminta petunjukMu agar ku sibuk untuk beribadah padaMu,,,, sehingga tak punya waktu untuk melakukan hal2 itu lagi. Tanpa RidhaMu, ku tak bisa terlepas dari belenggu ini. Ku sayang pada adik2 hamba, keluarga hamba,, tapi nafsu hamba lebih memar dari pada semuanya. Mungkin hal ini karena tipisnya keimanan yang tertanam dalam hati hamba. amba tahu ya Rabb, ku bukan Ust. Yusuf Mansyur yang bisa berjuang melawan nafsunya walaupun beliau sudah 2 x keluar masuk penjara. Wajar, Beliau mendapat support dari kerabat, keluarga dan saudaranya yang sudah jelas2 keturunan kiyai2…… tapi hamba??,hamba hanya keturunan orang biasa yang sangat jauh dari kehidupan religi. Ya rabb, kalau bukan hamba yang harus menerangi gelapnya keluarga hamba, terus siapa lagi..?? hamba sadar,, tapi lingkungan hamba tidak bisa mendukung akan rasa ketaubatan hamba yang sesungguhnya. Mengingat lagi akan kecanggihan teknologi yang kian membabi buta, menjamur tanpa melihat kalangan mana. Semuanya di gerus oleh alirannya. a Allah,, ini hamba sadar dan tahu hamba adalah seorang guru, PAI lagi,,,,,, tapi itu tidak bisa menjadi filter yang seharusnya menjadi handai taulan bagi semua orang, penerang bagi semua yang hamba kenal. Ini saya Rabb begini,,,, Apalagi dengan murid-murid hamba ya Rabbb….?? Apalagi dengan teman2 hamba yang bukan jurusan PAI???? Mudah-mudahan ini hanya asumsi saya yang sangat keliru besar selama ini. Ya Rabbbb, hamba tak pernah sadar mengapa hamba tak memikirkan orang tua hamba yang susah payah membanting tulang semata2 untuk menyekolahkan hamba sampai meraih gelar H Y
sarjana…….. tapi, mana balasan hamba??? Ya Rabbb, dosa hamba tak terhitung bak butiran pasir dilautan pasir gunung Bromo……..terlalu banyak maksiat yang hamba kerjakan selama ini,ntah sampai kapan ku bias taubat nasuha yang seperti Engkau perintahkan dalam kitabMu. arapan hamba hanya satu, yaitu padaMu ya Rabbb,,, Kiranya Engkau masih mau memberi kesempatan demi kesempatan untuk terus berjuang melawan nafsu hamba. Semoga Engkau masih peduli dan terus memberikan kesempatan pada hamba yang berlumur dosa ini untuk bertobat yang sesungguhnya, bukan tobat sambal yang seperti selama ini hamba kerjakan. ulu, disaat hamba masih kecil, hamba merasa jijik melakukan perbuatan ini,,,,,,, tapi kini??? Justru hamba yang jadi pemerannya. Ya Rabbbb,, Hanya Engkau yang tahu perbuatan hamba selama ini. Semua orang menilai hamba adalah seorang yang baik, tapi pada kenyataannya?. Hamba sembunyi dibalik layar, yang jelas2 nanti bakal mendapat azab paling pedih di akhirat.. Ya, Allah.. Ighfir dzunubi….3X. amba ingin sekali untuk bisa berhenti dari habbit ini Rabbb,, karena hamba tahu ini bukan sifat bawaan dari kecil hamba yang sesungguhnya.. Kehadiran Ramadan 1434 H adalah benar-benar membawa dampak yang sangat berharga bagi diri hamba. 1 bulan penuh hamba bisa terjerat dari dosa besar ini. Tapi pas malam takbiran Id, ada secerca nafsu yang merusak kekhusu’an hamba. Hamba terjatuh, dan terlempar ke lembah hitam lagi. Ya rabbb,,,,, tak semestinya ku lakukan pada malam itu,, yang seharusnya hamba harus mengisi dengan jutaan takbir, tahmid dan tahlil. H D H
Tidak ada komentar:
Posting Komentar